Hasil penjurian tahap II: 20 besar EADC 2010
Mereka yang lolos di penjurian tahap II Eagle Awards 2010 adalah:
1. Pejuang Ras Hazwin/Aswandi N jayadi Pinrang/Sulsel
2. Suara di balik Hutan Larangan Siti Nurzanah/Garnayudha Bogor/Jabar
3. ...
...
23....
bagi 23 proposal terpilih di tahap ini agar mempersiapkan diri, pihak panitia akan menghubungi dan mengirimkan Form Riset lanjutan via email yang harus kalian isi dan dikirimkan kembali kepada pihak panitia, sebagai persyarat tambahan untuk penjurian selanjutnya.
.....
.....
Mereka yang lolos di penjurian tahap II Eagle Awards 2010 adalah:
1. Pejuang Ras Hazwin/Aswandi N jayadi Pinrang/Sulsel
2. Suara di balik Hutan Larangan Siti Nurzanah/Garnayudha Bogor/Jabar
3. ...
...
23....
bagi 23 proposal terpilih di tahap ini agar mempersiapkan diri, pihak panitia akan menghubungi dan mengirimkan Form Riset lanjutan via email yang harus kalian isi dan dikirimkan kembali kepada pihak panitia, sebagai persyarat tambahan untuk penjurian selanjutnya.
.....
.....
SebeLumnya saya gak percaya, yang penting Horeeeee LOLOS!! no 2 !
dengan semangat 45, ayoo scepatnya kita harus riset langsung ke lokasi!!!
Sesuai dengan tema Eagle Awards tahun ini yaitu Cerdas Indonesiaku, maka proposal "Suara di Balik Hutan Larangan" itu menceritakan tentang radio komunitas adat Kasepuhan Ciptagelar yang berfungsi sebagai media komunikasi dan pertukaran informasi baik dengan dunia luar maupun antar warga desa Cipta Gelar sendiri. Beberapa tahun yang lalu warga Cipta Gelar terisolasi dari dunia luar, letaknya yang sulit dijangkau merupakan salah satu penyebabnya. Namun semenjak adanya radio tersebut terjadi komunikasi dan pertukaran informasi, sehingga Cipta Gelar telah berhasil membantu warganya keluar dari terisolasian dan merupakan suatu upaya pencerdasan anak bangsa.
Desa Cipta Gelar tersebut letaknya di kaki gunung Halimun tepatnya di desa Sirnaresmi kecamatan Cisolok kabupaten Sukabumi, berjarak kurang lebih 44 km dari Pelabuhan Ratu. Untuk tiba di desa Cipta Gelar itu harus menembus Hutan Larangan duLu.
Naahh lhoo,, penasaran sama Hutan Larangan dan desa Cipta Gelar??? dan kalo mau tau betapa serunya perjalanan kita ke Cipta Gelar yang melewati Hutan Larangan?? Lanjut ikuti cerita Pejalan Kaki yaa,, ^_^
BOGOR-PELABUHAN RATU
Perjalanan kita bertiga (saya,bang Garna & Arif) dimulai dari terminal Baranangsiang Bogor. Sekitar jam 5 sore bis menuju PElabuhan Ratu keluar dari terminal, namun tidak lama kemudian di daerah Tajur perjalanan tersendat karena padatnya arus kendaraan. Keadaan tersebut masih berlanjut hingga memasuki kota Sukabumi, maka dari itu sampai di Pelabuhan Ratu jam 22.30.
Lapeeerrr,,, kita makan dulu, trus JaLan Kaki malam menyusuri pantai Pelabuhan Ratu, walaupun tidak tampak keindahanya karena kegelapan malam namun hantaman ombaknya begitu keras terdengar di telinga kita. Setelah berjalan hingga melewati suatu hotel, terlihat sebuah mushola kecil di tepi pantai. Di mushola itulah kita memutuskan beristirahat hingga sang fajar datang.
Jam 5 subuh selasai shalat kita melanjutkan JaLan Kaki lagi walaupun tanpa sarapan (hikz,,) Masih tetap menyusuri pantai Pelabuhan Ratu. Gak lama terlihat bangunan yang fenomenal yaitu Samudra Beach Hotel, sebagai pertanda sudah mendekati kecamatan Cisolok.
CISOLOK-CIPTARASA
Cisolok-Ciptarasa 18 km lagi, Cisolok-Ciptagelar 28 km lagi!! Hmmm, dsini ga ada angkutan umum menuju Cipta Gelar maupun Cipta Rasa. Paling tidak bisa menumpang mobil/truk yang membawa hasil sawah,kebun,dll. Sebenarnya ada ojek yang bisa langsung ke Cipta Gelar tapi lumayan mahal juga. Mumpung masih pagi, kita JaLan Kaki aja *padahal ga punya duit & berharap ada mobil/truk yang bisa ditebengin* hehe..
Do`a orang yang sdikit menderita emang lebih cepat didengar, ada truk lewat euy!! Pak supirrr kita ikut yaaa.. Sepanjang perjalanan nebeng di truk, sudah terlihat keindahan Gunung Halimun. Jalan yang berkelok-kelok dan tanjakan *kebayang kalo harus JaLan Kaki*
Lumayan juga tebengannya, walupun masih jauh dari Cipta Rasa. JaLan Kaki lagii, gak lama ada mobil lewat lagi. Pasti nebeng dong! Lumayan walau cuma bentar. JaLan Kaki lagi, lewat jembatan yang dibawahnya ada anak-anak berenang di sungai, seruuu bgt!! *hasrat ingin mandi muncul,maklum blum mandi dari kemaren*
dengan semangat 45, ayoo scepatnya kita harus riset langsung ke lokasi!!!
Sesuai dengan tema Eagle Awards tahun ini yaitu Cerdas Indonesiaku, maka proposal "Suara di Balik Hutan Larangan" itu menceritakan tentang radio komunitas adat Kasepuhan Ciptagelar yang berfungsi sebagai media komunikasi dan pertukaran informasi baik dengan dunia luar maupun antar warga desa Cipta Gelar sendiri. Beberapa tahun yang lalu warga Cipta Gelar terisolasi dari dunia luar, letaknya yang sulit dijangkau merupakan salah satu penyebabnya. Namun semenjak adanya radio tersebut terjadi komunikasi dan pertukaran informasi, sehingga Cipta Gelar telah berhasil membantu warganya keluar dari terisolasian dan merupakan suatu upaya pencerdasan anak bangsa.
Desa Cipta Gelar tersebut letaknya di kaki gunung Halimun tepatnya di desa Sirnaresmi kecamatan Cisolok kabupaten Sukabumi, berjarak kurang lebih 44 km dari Pelabuhan Ratu. Untuk tiba di desa Cipta Gelar itu harus menembus Hutan Larangan duLu.
Naahh lhoo,, penasaran sama Hutan Larangan dan desa Cipta Gelar??? dan kalo mau tau betapa serunya perjalanan kita ke Cipta Gelar yang melewati Hutan Larangan?? Lanjut ikuti cerita Pejalan Kaki yaa,, ^_^
BOGOR-PELABUHAN RATU
Perjalanan kita bertiga (saya,bang Garna & Arif) dimulai dari terminal Baranangsiang Bogor. Sekitar jam 5 sore bis menuju PElabuhan Ratu keluar dari terminal, namun tidak lama kemudian di daerah Tajur perjalanan tersendat karena padatnya arus kendaraan. Keadaan tersebut masih berlanjut hingga memasuki kota Sukabumi, maka dari itu sampai di Pelabuhan Ratu jam 22.30.
Lapeeerrr,,, kita makan dulu, trus JaLan Kaki malam menyusuri pantai Pelabuhan Ratu, walaupun tidak tampak keindahanya karena kegelapan malam namun hantaman ombaknya begitu keras terdengar di telinga kita. Setelah berjalan hingga melewati suatu hotel, terlihat sebuah mushola kecil di tepi pantai. Di mushola itulah kita memutuskan beristirahat hingga sang fajar datang.
Jam 5 subuh selasai shalat kita melanjutkan JaLan Kaki lagi walaupun tanpa sarapan (hikz,,) Masih tetap menyusuri pantai Pelabuhan Ratu. Gak lama terlihat bangunan yang fenomenal yaitu Samudra Beach Hotel, sebagai pertanda sudah mendekati kecamatan Cisolok.
CISOLOK-CIPTARASA
Cisolok-Ciptarasa 18 km lagi, Cisolok-Ciptagelar 28 km lagi!! Hmmm, dsini ga ada angkutan umum menuju Cipta Gelar maupun Cipta Rasa. Paling tidak bisa menumpang mobil/truk yang membawa hasil sawah,kebun,dll. Sebenarnya ada ojek yang bisa langsung ke Cipta Gelar tapi lumayan mahal juga. Mumpung masih pagi, kita JaLan Kaki aja *padahal ga punya duit & berharap ada mobil/truk yang bisa ditebengin* hehe..
Do`a orang yang sdikit menderita emang lebih cepat didengar, ada truk lewat euy!! Pak supirrr kita ikut yaaa.. Sepanjang perjalanan nebeng di truk, sudah terlihat keindahan Gunung Halimun. Jalan yang berkelok-kelok dan tanjakan *kebayang kalo harus JaLan Kaki*
Lumayan juga tebengannya, walupun masih jauh dari Cipta Rasa. JaLan Kaki lagii, gak lama ada mobil lewat lagi. Pasti nebeng dong! Lumayan walau cuma bentar. JaLan Kaki lagi, lewat jembatan yang dibawahnya ada anak-anak berenang di sungai, seruuu bgt!! *hasrat ingin mandi muncul,maklum blum mandi dari kemaren*
HUTAN LARANGAN
Sebelum memasuki Hutan Larangan terdapat Imah Gede pertama dan terdapat beberapa Lumbung padi yang disebut Lumbung Leuit. Inilah pintu gerbang Hutan Larangan. Dilihat dari pintu gerbangnya Hutan Larangan memang sangat sederhana, tapi di dalamnyaa?? woow!! kita lihat nanti..
[bersambung ke "Suara di Balik Hutan Larangan (2)" yaaa]